SURABAYA - Meski masih di bawah umur, sepak terjang IS, 17, warga Semampir, Surabaya, tidak bisa dianggap remeh. Tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini sudah beraksi delapan kali, lebih mencengangkan, enam TKP dilakukan di Rumah Dinas (Rumdin) TNI AL, Wonosari, Surabaya. Aksi tersangka akhirnya ketahuan dan ditangkap Polsek Kenjeran.
Tersangka ditangkap saat hendak beraksi pada 10 Juni lalu. Tersangka yang diduga sedang mencari sasaran. Saat itu, ia ditemukan oleh warga sehingga diamankan dan diinterogasi. Saat itu, ia tidak bisa menjelaskan maksudnya jalan-jalan di rumdin tersebut pada malam hari.
"Warga setempat sudah mengincar karena yang bersangkutan terekam CCTV di lokasi mencuri sepeda motor sebelumnya. Saat mengetahui tersangka langsung diamankan," kata Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto melalui Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto, Kamis (25/6).
Polsek Kenjeran saat mengetahui tersangka diamankan langsung ke lokasi rumdin. Saat digeledah ditemukan kunci T dan kunci sepeda motor Honda. Barang bukti tersebut disediakan di baju tersangka."Kami temukan barang bukti tersebut. Tersangka mengakui hendak beraksi di lokasi," katanya.
Dari hasil penyidikan, tersangka diketahui sudah beraksi di lokasi tersebut enam kali. Sementara dua kali di lakukan di lokasi lain. "Enam kali di rumdin dia mencuri sepeda motor jenis Honda Beat. Dua lokasi lainnya di Kalimas dan minimarket wilayah Genteng dengan hasil motor yang sama," tuturnya.
Tersangka mengaku pada polisi, jika sepeda motor hasil curian dijual langsung ke penadah berinisial Ir di daerah Alang-Alang, Bangkalan, Madura. Ia menjual seharga Rp 2 - 2,5 juta, uang tersebut kemudian digunakan untuk foya-foya.
Baca Juga: Teladani Semangat Juang Pahlawan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Ziarah di TMP WR Supratman
"Pengakuannya untuk judi online dan membeli sabu. Saat ini, kami masih melakukan pengembangan terkait keberadaan penadah motor curian," ungkapnya. (*)
Editor : Humas Polres